Romantisme Long Distance Relationship

 sebuah cerita untukmu sayang Tressa Mayangsari


“selamat pagi adee sayang, ni milo angetnya biar tambah semangat pagi ini” begitulah isi pesan singkat yang kukirimkan ke pacarku untuk mengawali semangat pagi.
“makasih sayaangg, segerrr, abang juga sarapan ya jangan lupa, semangat pagi” balasan pesan singkat yang dikirimkan pacarku. Dengan tubuh yang masih menempel di dasar kasur, pelan – pelan menggeliat seperti cacing keluar dari tanah, mulai beranjak dari kasur yang sudah berantakan dan menuju kamar mandi.
“serrr . . . serrr . . .” air dingin mengalir membasahi wajahku, rasa ngantuk perlahan hilang, kesegaran pagi ini semoga memberikan harapan yang lebih baik untukku. Ditemani secangkir white coffee panas menghabiskan sebagian pagiku didalam kamar kosan menghadap laptop sembari membaca berita – berita elektronik setiap harinya. Inilah zaman digital, membaca koran pun sudah tidak lazim lagi, dengan gadget yang bertebaran, setiap orang bisa menikmati informasi teraktual setiap saat. Sambil menyeruput segarnya kopi, aku kirim sms ke pacarku dengan hp butut seharga 350 ribu rupiah, biarpun butut tetapi hp ini telah menjadi saksi perjalanan kisah asmara aku dan pacarku.
“adee, ayo mandi, siap – siap ke kampus, hari ini kuliah pagi kan?”
Tutttt . . tuttt . . . tuttt . . tuttt . . . balasannya pun segera kuterima,
“hari ini kan hari Sabtu abang, abang lupa ya? makanya jangan tidur aja donggg :p wlekkk”
“hahaha, iya nih parahh abang sama hari aja lupa J, berarti saatnya bersantaii” langsung aku balas kembali sms yang kuterima. Kebanyakan berada dikosan, sama hari aja kadang lupa, kalender pun tak ada.  Hari – hari yang kulalui pun terlihat membosankan, lebih banyak sendirian dikosan, kuliahpun hanya sore hari dan tak banyak yang bisa kulakukan sehari – sehari kecuali berhadapan dengan laptop entah apa yang akan kukerjakan pastinya.
“abang juga tetep semangat yaa, adee sayang abangg” tak lama kuterima pesan singkat yang dikirim pacarku.
“abang juga sayangg adeee ” 


Hampir tiga tahun sudah kami menjalani hubungan, tiga tahun bukan waktu yang sebentar apalagi dijalani secara jarak jauh atau bahasa gaulnya long distance relationship. Kembali aku mengingat bagaimana saat pertama kami berkenalan di satu organisasi kampus, waktu itu aku menjabat ketua dan dia sebagai sekretaris. Kisah klasik mungkin bagi sebagian orang. Ketika hati dan perasaan menyatu hanya Tuhan dan kami yang merasakannya.
“TM, udah makan belum? makan keluar yuk, lagi pengen seafood nih” kataku melaui sms. TM adalah inisial namanya, aku sering menggunakan inisial itu untuk berkirim pesan melaui sms, apakah mengajaknya makan atau hanya sekedar bercerita saja.
“hummm, boleh TS, belum makan juga nih, mau makan dimana?” begitu balasannya, dia juga ikut – ikutan memanggil dengan inisial namaku.
“hummmh, yang rada jauhan aja yaa, lagi pengen refreshing nih, mumet TA”
Aku pun langsung meluncur kekosannya dan kita pergi makan ke satu restoran seafood di bilangan kota Bandung. Masih segar dalam ingatan, waktu itu aku pesan cumi saos padang, dia pesan kerang bambu. Kami saling bercerita, bercanda, menghabiskan waktu berdua untuk saling mengenal.
Aku termasuk salah satu cowok yang penuh dengan pertimbangan, menyatakan perasaan saja seperti membuat logika pemrograman. Bagaimana nanti, bagaimana begini, bagaimana kedepannya. Kebodohan yang aku alami ini berdampak pada ketidakjelasan hubungan kami hingga aku wisuda dan menyelesaikan pendidikan diploma tiga ku. Akhinya aku bekerja di Kalimantan dan meninggalkan sejuta kenangan manis bersamanya. Aku piker, jika memang jodoh aku pasti untuknya dan dia pasti untukku. Selama di Kalimantan, aku masih berkomunikasi aktif dengannya. Hingga waktunya tiba, aku merasa perlu untuk menyatakan perasaan ini kepadanya. 


6 bulan berada di Kalimantan, akhirnya aku memberanikan diri untuk pulang ke Bandung dan menemuinya. Tepat 7 Maret 2008 terjadilah moment isitmewa itu,
“ehh . . ta . . ta . . ko bengongg aja, mau ngomong apa sih?” dia langsung memberondongku tatkala aku hanya terdiam bisu, seakan tak mampu bibir ini bergerak.
Dengan terbata – bata aku ungkapkan perasaan ini padanya, aku ceritakan bagaimana perasaanku padanya, bagaimana aku mampu balik lagi dari Kalimantan ke Bandung hanya untuk mendapatkan cintanya.
“hummm . . . hummm . . . akuu sayangg sama kamu tress” kataku perlahan, tentu saja dengan penjelasan – penjelasan yang aku ungkapkan sebelumnya.
“kamu mau menjadi seseorang yang mendampingiku, kamu mau menjadi pacarku” terbata – bata kuuucapkan.
“hummm . . . aku ngak bisa ta” terputus dia ucapkan
“aku ga bisa nolak, kalo aku juga sayang sama kamu, kita jalanin dulu aja ya” ungkapan yang ditunggu – ditunggu setelah selama ini aku berhubungan dekat dengannya.
Hari Sabtu, 7 Maret 2008 sekitar pukul 9 malem di lobi kosannya, segala yang ingin kusampaikan terselesaikan. “Begitu indahnya mengungkapkan sesuatu yang jujur, kenapa harus takut” pikirku. Tidak seperti kebanyakan pasangan lainnya, disaat baru jadian, kebersamaan selalu menyertai mereka. Berbeda dengan hubungan kami, karena besoknya aku harus pulannng kerumah selama seminggu. Satu malam yang singkat namun menjadi kenangan yang tidak bisa kulupakan.


“lucu juga ya, bagaimana kedekatan aku dengannya sampai sejauh ini, hampir tiga tahun berhubungan jarak jauh” pikirku.
“hubungan yang diawali dengan rasa nyaman bersama, berbagi, bercerita. Hubungan yang dimulai dari titik terendah nol dan selalu meningkat setiap harinya, inilah yang membuat hubungan kami ini berbeda dengan yang lainnya” perlahan kuhirup nafas panjang untuk kembali mengingatnya.
Seminggu setelah tanggal tujuh, aku kembali ke Bandung untuk bertemu dengannya. Bukan untuk melepas rindu atau menemaninya jalan – jalan, tetapi untuk pamit kembali. Aku haru pergi ke Jawa Timur untuk mengerjakan satu proyek disana, tuntutan pekerjaan membuatku harus kembali berpisah dengannya.
“sayangg, keretanya berangkat jam 5 nih, kamu dimanaa?” aku kirim sms sewaktu aku sudah berada di Stasiun Bandung untuk menuju Jakarta.
“waduhhh, kenapa mendadak bilangnya, tau tadi kan aku nunggu di stasiun aja, lagi di jalan ni naik taxi” dia tampak gusar untuk mengejar waktu bertemu denganku.
“yaudah gapapa, ati – ati ya dijalannyaa, mudah – mudahan masih keburu nih”
Aku pun gelisah, waktu semakin menunjukkan angka lima dan dia masih belum menunjukkan senyumannya.
“macett ni sayaanngg, masih keburu gaya” kembali dia mengirimkan sms.
“sayanggg, keretanya udah jalann nihhh L
“kamu ati – ati ya di Bandung, tetep semangatt, aku sayangg kamuu”
Kereta yang aku naiki akhirnya berangkat jugaa dan belum sempat bertemu untuk pamit terakhir kalinya.
“yaaaaa, baru bangett nih nyampe”
“yaudahh, kamu juga ati – ati ya dijalan, aku balik lagi aja nih

Seperti dalam sinetron dimana pemeran wanita berusaha mengejar kereta untuk bertemu dengan pemeran cowok. Hanya saja, kisah kami ini lebih dramatis karena tidak sempat bertemu sebelum keretanya pergi.



Kami yakin dalam hati, kami bisa menjalani ini berdua, terbukti 3 tahun berhubungan dan 3 tahun pula berhubungan jarak jauh. Hanya melaui jaringan kami berbagi setiap harinya, setiap saat disaat kami ingin bercerita, disaat itu pula kami selalu berada dalam jaringan. Sebulan sekali atau bahkan tiga bulan sekali kadang aku menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersamanya di Bandung. Terkadang dalam sehari tiga film sekaligus kita tonton, dari pagi hingga ke malam hari.
“mumpung ketemu, jadi dimanfaatkan setiap momen yang ada” pikir kami berdua.

“romantisme long distance relationship jauh telah membawa kami menapaki hubungan serius ini. Hari demi hari kami lalui bersama, rasa rindu yang mendalam kadang sangat sakit dirasa. Disaat malam minggu, pasangan muda – mudi menghabiskan waktu bersama di mall, bioskop, resotran, kami hanya sabar berada dikosan dengan hp diujung telinga. Sungguh sangat romantis bukan? ”


Happy 3rd Anniversary my sweetheart
wish we are always happiness together all the time

Another Surprise
Sabtu, 18 Februari 2012

Beberapa hari sebelumnya...
Diskusi setelah sekian kali,, kalo Abang ga bisa dateng wisuda karena kerja shift malam
dan aku masih aja ngerayu keukeuh pengen Abang datang,,
namanya juga hari Wisuda,, siapa juga yang ga pengen
didampingi kekasihnya saat hari ceremonial dilantik sebagai sarjana...

Sempet,, ngambek,, trus baik lagi,, trus mohon2 lagi,, trus sampai akhirnya marah,,
sempet ga mau bales sms dan angkat telpon abang,,, ^^v (jadi maluuu....)
pokonya ngadat sama Abangg,,, dan akhirnya bener2 ikhlas,,,
Abang ga dateng juga gapapa,,,
yasudahlah mau gmana lagi,, cape juga lama-lama ngambek terus,,
pokonya udah I'm oke deh.

Hari-H

Bangun jam 5.30 telah 30 menit  dari rencana,,
karena semalem baru tidur jam 1 nyiapin baju dan browsing2 cara pake eyeliner ungu yang tepat
biar ga tampak norak ^^v

Ga banyak ile,, langsung mandi,, pake gaun kebayanya..
daan.. Make-Up time....pelan2,, santai..halus,,, secalm mungkin warnanya,,
trus pake krudung,,dan ini pertama kali pake kerudung modif formal dipasang sendiri
tanpa salon ataupun bantuan tetangga yang sempet dandanin karenan jago variasi hahaa..
yaa.. perempuan sudah seyogyanya mampu berdandan sendiri,, (menurutku)
I must able to do by my self. ditambah lagi dandanan salon yang bagi saya masih aja ada
yang kurang atau kelebihan alias menor.. dan kayanya ke mba salonnya aku bakal cerewet bagnet.hihii

Gawn, Make-Up. Veil, Shoes, Cluctch andd... the Toga (maksa) Done !
Keluarga udah siap,, dengan baju masing2 yang sudah disiapkan
agar warnanya senada Dark Purple-Pitch.

***

Sampai di Universitas Widyatama
Acarapun berlangsung,, dan berakhir sekitar pukul 11.30
Keluar dengan rasa haru...
ketemu keluarga dulu...

truss... Abang nelpon,,  owh..mungkin mau ngasih ucapan selamat pikirku ketika jalan mencari temen2
buat foto bareng di Main Hall.. ehhh.. tapi ko berisik sih di kosan,, baru nyampe kosan harusnya hening dong karena bukan tempat umum,,,
"Ade dimanaa?"
"Hah.. ini ade lagi jalan nyari temen-temen"
"Abang dimanaa? ko berisik sihh?" (udah curiga kalo abang udahdi lokasi)
"Abang di koridor tempat Wisuda Ade tadi" makin deg degan,, agak2 amazing find him come here TODAY.
"Yaudah ade kesitu yaa..." sambil masih deg2an...

adegan ini kalo di record video lucu..
dua-duanya sambil megang Hp sambil saling nyari2..
dan akhirnya ketemu ditengah2,,, dikelilingi kerumunan orang ramai yang saling memberikan selamat
pada kerabat, teman dan pacar yang udah Wisuda.

cesss....mendadak berkaca2 trus mewekk,,,
ahahaaa.. maluuuu, tapi da terharuuuu... gmana dong,,,
"Lho kok nangis" ditanya gitu malah makin malu,,,

Abang datang dengan bunganya yang paling indah,, dan paling besar diantara bunga yang aku liat hari itu..Sebuket paduan Mawar Putih dan bunga Radiol yang masih segar dan mekar.

"Nih,, tadi sempet nulis ini..." kata Abang

"Happy Graduation My Beloved Girl,, I LOVE YOU" -Abang-
How it make really surprised! Taunya abang ga kan datengg....

Akhirnya Abang datang,, dan ga usah ditanya Ade tentu senengg,, bahagiaa :)

trus ketemu temen2ku buat foto bareng duluu,,
trus ketemu orang rumah.. dan akhirnya kita semua menuju Studio Foto.

Photos Session.
Setelah foto bareng keluarga...
Our turn,,,
Ade dengan Kebaya Gaun Dar Ungu with Modified Veil Purple combain Pitch
Abang degnan kemeja Biru cerah dan Dasi ungu bernuansa Ungu tua..
Abang begitu gagah dan ganteng :)

I think it's  the most Beautiful Capture We ever had :)

Makasiihh sayanggg,,,,Ade bener2 surpriseee bangettt,,,
dasarr yaaa, jadi kmaren2 ngejailinn yaaa ;p ade udah ngadat2 gitu kan jadi maluuuu ;p
tapi yang penting Abang ada ;)
senengggg,, bahagiaaa.. hari Wisudaku sungguh sempurna :)

I love my Life,, Ilove my Family,, and I love you so much,,, makasih Allah ;)
Alhamdulillah,,,, tak terhingga...

trussss.. Lunch Time di Resep Moyang Pahlawann :)
makan siang bareng ^^ denga dandanan yang masih on buat foto hahaa...
karena Abang harus berangkan kerja lagi,,jam5 meninggalka Bandung menuju Jakarta.
Jadi can ketemu 7 jam kita teh.. pas lah ya ama tanggal anniversarry kita,,, 7 ^^

Selalu bahagia denganmu :*




.



Medley "Mawar Bodas" dan "Kabogo Jauh"

Mawar Bodas

Mapay jalan satapak
Ngajugjug ka hiji lembur
Henteu karasa capena
Sabab aya nu diteang

Hujan angin dor dar gelap
Hunteu aya keur ngiuhan
Sanajan awak rancucut
Teu paduli kajeun teuing

Nu penting mah asal nepi
Ka tempat anu di tuju
Rek ngalongok mawar bodas
Nu moal lila ka ala

Sugan tea moal gagal
Kembang geus aya nu boga
Balik teh asa hoream leumpang ge asa ngalayang
 
Teu kasawang ti anggalna
Teu kapikir ti tadina
Lamun bakal nyeri hate
Hoream teu sudi teuing
Mikiran pipanyakiteun
Mikiran pipanyakiteun


Kabogo Jauh

Boga kabogo jauh
Mentas laut leuweung gunung
Tapi apel teu bingung
Cukup hallo na telepon

Kuring di pulau jawa
Manehna pulau sumatera
Lamun malam mingguan
Mojok via SMS-an

Jelema palinter
Dunya beuki maju
Najan urang pajauh
Bisa ngobrol unggal waktu

Tiap SMS-an atawa nelepon
Teu Jadi Pikiran
Kajeun pulsa kabobolan
Nu penting mah bisa ngobrol jeung manehna
 
Boga kabogo jauh
Meuntas laut leuweung gunung
Tapi apel teu bingung
Cukup hallo na telepon…..


busyet dah lirik lagunya dee,,
hahahahahhaha


Sumber :
http://liriktembangsunda.blogspot.com/2007/11/kabogoh-jauh.html
http://liriktembangsunda.blogspot.com/2007/11/mawar-bodas.html

maaf

terisi penuh dada ini
sulit untuk bernapas,
berat untuk berpikir,
begitu dalam tarikan nafas ini
tak mampu hilangkan sesak yang kurasa
aku begitu mencintaimu
hanya surga yang bisa hentikan rasa ini
sangat dalam apa yang kurasakan
tak kan tergantikan . . . .
dan ketika kesakitan ini terjadi
bukan yang sebenarnya terjadi
begitu dalam rasa ini untukmu sehingga terasa begitu sakit
hanya secuil ujung kuku saja
aku seperti masuk ke dalam lubang
lubang yang sebenarnya tidak ada
bukanlah quantum fisika yang begitu sulit
namun seperti irama ombak yang menghempas pantai
begitu tenang begitu sempurna
dalam kegamangan malam,
menunduk lesu
membawa pikiran hanyut
jangan biarkan air itu membasahimu
aku tidak mampu untuk merasakannya
maaf untuk kesakitan yang terjadi
maaf begitu menginginkanmu
maaf sayangg . . . .
tersenyumlah untuk hati yang sehat
dan oksigen pun akan mengalir dengan lancar
we will fight together
we will get through together

I love you so much Tressa Mayangsari :*

Two Weeks and again, in our Bustling Desember 2011

     Terakhir ketemu 2 minggu yang lalu,, dan sekarang ketemu lagiii ^^
     Seperti biasanya,, aku meluncur ke Baraya, tapi kali ini hari Sabtu, bukan Jumat, karena Abang kembali bekerja di perusahaan yang berbeda. Abis ikut Brevet 1 sesi (doang) langsung menuju meeting point kita .^^.
Tol pasteur macet sekali kabarnya, jadi aga terlambat sedikit. Menunggunya, dengan bawa makanan karena Abang belum makan, sama kaya Ade,,hehheee..

    He comes.
    We go.
    Setelah berunding, akhirnya rute kita adalah:
    Baraya > Rumah > Rumah Sakit > Buah Batu > Rumah Sakit.
    Nyampe rumah, karena mau naro barang2 yang ribet deh kalo dibawa,, langsung menuju rumah sakit nganterin pesenan adik yang lagi dirawat pasca operasi usus buntu, Nchi. Salam sama semuanya, ganti shift jaga, mama pulang, tinggalah pacar dan teman dekat sang adik. Rangga dan Gina.  Ngobrol2 sebentar,, tapi ga lama, karena kita belum makan dan harus pergi untuk beli keperluan kantor Abang.
   Menuju Buah Batu,, akhirnya kita memutuskan makan di,, deng deng,,, McD. hahah.. ngga begitu pas sih buat kita yang ga begitu tertarik junk food, fast food tapi karena tempatnya sebelahan sama department storenya plus kita udah lapar sekali, secara dari pagi belom makan. Jadi aja..hahhaa...
Alhamdulillah kenyang, dan It's time to shop ;)

   Banyak yang mau dibeli teh boooo.... Kemeja 2, Celana Bahan 2, Celana Jeans, Sabuk... dan memang, Kita ngeborong ni ceritanya,,hahaha..... pilih..pilih.. fitting, fitting,, fitting,,, bolak balik ke fitting room nyobain pilihan yang mau dibeli...
        "hadoh,, repot nih,, terus aja buka pake sepatu" sambil nyobain celana ahahahaa.. xD Abang  lucuuu...
        "makannya, ntar lagi kalo mau borong celana pake sendal aja.." hihihiii...
        "Abang,, diskon ni,, murah jadinya cepe dapet 2,, ni ada yang abu"
        "ga ah,,, abu,, ga suka gitu warnanya,, mending ini yang krem"
        "jangan dong,, jadinya kaya kemeja putih tapi udah belel,, biru juga jangan ya,, kaya.. *sensor* "
        "eh ini lengan pendek ternyata de,, kotak2nya juga kalem,,,"
        "eh iya,, dicoba dulu aja,,," ke fitting room lagi.

yaa begitu deh pokonya nyoba2,, seru deh belanja berdua..heheuu
akhirnya dapet semua kecuali: Sabuk. ga ada yang pas.. pas dimana hun? hahaha xD ga sengaja megang2 baju, kaos kelelawar abu,, eh akhirnya dipilih juga,, dibeliin deh sama Abang,,hehe.. makasih Abangquwh :) langsung kembali ke rumah sakit.

    Dirumah sakit, datanglah sodara2 yang menjenguk,, uwa, om, tante, tetangga.. berbagai macam kiriman untuk yang sakit tapi berhubung ga boleh dimakan sama yang sakit jadi sama yang jaga aja,,hehhe...
haripun mulai gelap,, di bangsal RS, tinggalah yang jaga Rangga, Gina, Aku dan Abang. Sambil ngemil2 anggur,, ngobrol, becanda2... . Semakin malem,, Ayah dan Mama datang lagi,, tak lama,, akhirnya yang jaga dan akan nginep di Rumah Sakit, Rangga, Abang dan Aku.
    Sebelum Ayah dan Mama pulang,, Kita yang jaga plus de.Sena makan malam. Karna makanan di RS sangat tidak menggugah selera, akhirnya kita memilih untuk jalan kaki menuju Metro dan Makan Soto Betawi. Tadi siang kita udah makan McD, jadi KFC tidak jadi pilihan lagi. Abis makan bareng menikmati Soto Betawi hangat dan segarnya udara malam itu. Kita kembali ke RS, menggantikan jaga, Ayah dan Mama pulang akhirnya hanya kita. Menghabiskan malam di bangsal sambil ngobrol-ngobrol hingga rada-rada 5 watt. Abang dan Rangga menuju Mushola,, tidur disana aja biar ga terlalu berangin. Dan Aku di bangsal nunggu Nchi. Tidur beralas karpet dan diselimuti jaket.
 
   Pagi pun tiba, hari H untuk Abang International TOEFL di UPI. Aku dan Abang harus meninggalkan rumah sakit, jadi Rangga aja deh yang jaga, nunggu Mama dateng untuk ganti shift jaga lagi. Menuju rumah karena (tentunya) harus mandi dan ganti baju menuju lokasi tes. Aku memutuskan untuk tidak ikut Brevet karena sudah punya "deposit kehadiran" di Minggu2 yang lalu untuk gantiin hari ini.hehehee...
      Di rumah,kita mandi, bersiap, nyiapin kartu peserta tes, makan ala kadarnya, setelah baw abekel makanan untuk menunggu Abang tes, dimasukkan ke Laken, berangkat,, dan sesuatu terjadi.
     Setelah udah di daerah UIN:
            "Abang, ko laken putihnya ga ada?"
            "Hah,, Ga tau kemana Abang juga ga liat..."
     Panik, Deg2an,, udah jam 7.40-an masih di daerah Cibiru, sedangkan 8.30 harus udah ada di UPI, ditambah balik lagi ke Rumah nyari laken yang ilang dan ga ketemu akhirnya ngeprint lagi di Rumah.
OMG, TIME !!!!

          "kata Abang juga harusnya lakennya di pegang" sepertinya Abang kesal (dan memang iya kesel banget)
tapi kita tetep tenang, fokus di jalan,, kecepatan ditambah alias ngebut. sempat melewati yang nyebrang, yang parkir, keramaian dan lainnya yang menghalangi ketergesaan kita. yagn tadinya mau latiha  speaking sepanjang jalan, tapi jadinya silent. heheu...

        Dan sampai. 8.35, 8.40 di Gedungnya. WOW 40 menit Cinunuk - UPI. hahaha xD
        Abang regis ulang, dan menunggu, menyusul abang di lantai 2, naro barang2 di loker. Dan Aku menunggu di Sofa  Loby sambil nonton TV yang channelnya diganti-ganti.



*bersambung*




 

Ade melihat Abang,,,

Ceritaku yang belum sempat disampaikan..
mengawali Desember ini ^_^
udah lama sebenarnya mau nulis ini,, (yang kata Ade ada yang mau ditulis)
tapi yaa...Abang tau kan,, hehehhe ^^v

Ketika Ade melihat Abang sebagai peran yang lain...
Abang sebagai anak,,
Anak pertama, laki-laki..
dari ceritamu, aktivitasmu, sikapmu sebagai anak,,
anak kesayangan Mamak dan Keluarga :)
secara sendirinya ngasih ade contoh..
contoh gimana seharusnya yang harus dilakukan seorang anak,,
Abang yang rajin bantu Mamak, Bapak,,
dari kecil sampai sekarang,,, semangat ngerjain tugas rumah..
Abang yang selalu berusaha untuk membanggakan dan membahagiakan Mamak, Bapak..
Abang Titha yang di step sekarang ini berusaha untuk benar-benar lebih berterimakasih secara penuh
sama Mamak dan Bapak,,
saatnya akan tiba Abangku :)
sebentar lagi :)

hufffhhhhhhhhhh,,,
That's so many thing that I haven't did yet.

Abang sebagai abang...
abang dari dua adik perempuan..
abang yang bisa jadi pelindung dan teman kapan saja..
abang yang (tidak seperti kebanyakan kakak lelaki saat ini)
menunjukkan kasih sayang sama adek-adeknya..


suatu hari,,di masa awal kita bersama..:
Abang : "Mau nganter Velly ni ke kampusnya,, nungguin juga sampai selesai,, lagi ada perlu dia"

dan ade berpikir,, "nganter,, that's still sounds common thing, tapi Abang nunggu di kampusnya sampai selesei"
How sweet brother He is.

abang yang dengan kedewasaannya mengajar Salsha yang masih SD
nganter jemput sekolah.. nganter jemput les,,
nemenin maen,, becandain adek-adeknya,,,
How envy I'm to have a kind brother like you
and you know what?
How envy I'm  being a sister like you did as a brother

abang sebagai anggota keluarga besar di Bangka,,
sebagai ponakannya Acit,Oom, cucunya Nyai,,
dan yang lain,,,

dengan hangatnya gendong Audy, Main sama Hafiz...
You sounds like a great father wanna be,,, :)

dan Acu benar,,"Beruntung ya yang dapetin Titha, segala bisa,,rajin,, sekolahnya berhasil"

You so great Abangku :) more than that you so amazing in my eyes.

Mungkin Ade selama ini ga pernah bilang secara langsung sama Abang,,
karna kekagumanku tentangmu yang ini ngasih PR tersendiri buat Ade
Ade yang kadang jadi malu kalo ada cerita2ku yang kekanak2an sebagai anak ataupun sebagai kakak.

Kita sama-sama anak pertama, sama2 punya dua adek :)
tapi peranku belum sama denganmu..
masih banyak yang harus Ade perbaiki,,
dan Ade belajar darimu untuk ini
Adepun mengerti... sebelum kita benar-benar bersama..
ada hal yang harus kita lakukan dulu untuk keluarga kita..

Untuk kesekian kalinya,,,
kita harus bersabar dan tetap fighting :)

Ade mencintaimu Abang Tierta Syafraditya >;d<


*nilis ini bikin berkaca-kacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... hahaa xD*

tiap kali...

tiap kali kau datang..
ketika itu selalu senang rasanya,
saat itu canda dan tawa mewarnai hari kita :)
tiap kali hanya sesaat saja..
tiap kali kau pergi lagi..
tiap kali itu pula..
aku merasa pertemuan kita ada di dunia yang berbeda..
yang tak kutemui lagi hari ini...

cepat pulang
jangan pergi lagi
sampai ku merasa duniaku adalah dunia kita.