Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

maaf

terisi penuh dada ini
sulit untuk bernapas,
berat untuk berpikir,
begitu dalam tarikan nafas ini
tak mampu hilangkan sesak yang kurasa
aku begitu mencintaimu
hanya surga yang bisa hentikan rasa ini
sangat dalam apa yang kurasakan
tak kan tergantikan . . . .
dan ketika kesakitan ini terjadi
bukan yang sebenarnya terjadi
begitu dalam rasa ini untukmu sehingga terasa begitu sakit
hanya secuil ujung kuku saja
aku seperti masuk ke dalam lubang
lubang yang sebenarnya tidak ada
bukanlah quantum fisika yang begitu sulit
namun seperti irama ombak yang menghempas pantai
begitu tenang begitu sempurna
dalam kegamangan malam,
menunduk lesu
membawa pikiran hanyut
jangan biarkan air itu membasahimu
aku tidak mampu untuk merasakannya
maaf untuk kesakitan yang terjadi
maaf begitu menginginkanmu
maaf sayangg . . . .
tersenyumlah untuk hati yang sehat
dan oksigen pun akan mengalir dengan lancar
we will fight together
we will get through together

I love you so much Tressa Mayangsari :*

tiap kali...

tiap kali kau datang..
ketika itu selalu senang rasanya,
saat itu canda dan tawa mewarnai hari kita :)
tiap kali hanya sesaat saja..
tiap kali kau pergi lagi..
tiap kali itu pula..
aku merasa pertemuan kita ada di dunia yang berbeda..
yang tak kutemui lagi hari ini...

cepat pulang
jangan pergi lagi
sampai ku merasa duniaku adalah dunia kita.

Doa kepadaNya Bagi Orang Tua Kita

Sebesar apapun dosa mereka di hadapan-Mu
Adalah yang telah memelihara jiwa yang lain
Yang Kau amanahi kepadanya
Yang mengorbankan sekian hidupnya
Untuk mempertahankan hidup yang lain
Yang merasa sakit hatinya
Untuk melihat kesakitan yang lain, yang bukan miliknya

Dan sebegitu inginnya aku
Untuk mereka peroleh surga-Mu
Sebegitu maunya aku
Bagi mereka keridhaan-Mu seutuhnya
Ampunan seluas-luasnya dan Kemuliaan setinggi-tingginya

Aku Wanita



Aku wanita
Terlahir perempuan
Sebagai sosok singular
Kaum hawa

Aku Wanita
Rindukan Gaun
Lebih dari satu prom
Untuk bertemu saat bersolek

Yang katanya harus tinggal di etalase
Terjaga penuh
Bukan untuk dijustifikasi atas gender
Tapi tetap dituntut ayu

Wanita,,, dengan segala ketegasan karakter yang dipunya
Sudah bukan saatnya terjegal untuk terjun ke dalam pluralitas
Masanya setarakan sisimu
Wahai kaum yang mewah atas nama kesucian

Tak apa masih merangkak
Masih disebut-sebut jelmaan oma sendiri
Tau apa batasan otoritas
Untuk dampingi kaum adam sebagai wanita kaya hati


                                                                                                Agustus, 2007
                                                                                                 Tressa Mayangsari












Hati yang beryukur


Sungguh Tuhan beriku segala nikmatnya
Ada Pertanyaan yang jika dilontarkan padaku
Tak kan kuubah jawabannya
“Apa yang membuatku bersyukur sampai saat ini?”

Sungguh Tuhan hanya memberiku satu nyawa (soekarno)
Satu nyawa ini akan ku berikan untuk orang-orang yang kucintai
Dan sungguh jika Tuhan beriku nyawa dua,
Akan kuberikan dua-duanya untuk mereka

Kening menyentuh bumi
Telapak tangan pun ikut berpijak
Air menetes ke tanah
Semuanya atas nama-Mu,,,

Sungguhku makhluk yang setitik pun tidak di hadapan-Mu
Karena segalanya adalah milik-Mu
Tapi aku kuat, sekuat-kuatnya
Untuk memperjuangkan apa yang harus ku perjuangkan


Selasa,1 April 2007 12:XX
Ketika jasad lemah namun ruh tetap berkobar

Angin di Bawah


Kecil
Jari mungil, sepenuhnya tergenggam
Aku lupa bagian itu
Diriku yang dulu, maka ku lihat diri yang lain
Yang masih bias dijadikan postur aku dulu

Pohon yang tinggi menjulang akan lupa pada angin yang dulu menyapanya di bawah (filosopi kopi-dee)
Itu aku sekarang
Serpihan yang melekat dan familiar
Belum menjadi titik nila yang menyebar sebelangga

Perspektif cakrawala yang belum terjangkau
Penat yang belum dikenal
Masih banyak dinilai tabu
Hanya tau yang ku ingin dan buat senang

Ketika waktu terasa hilang
Tiba-tiba aku seperti menjadi yang lain
Sedikit tak setuju menjadi dewasa

Sekarang bagaimana caranya
Agar fonem yang tersusun pada mula
Aku kenali lagi angin di bawah
Aku mengerti lagi pohon kecil
Setidaknya untuk tau bersikap
Pada pohon kecil yang lain




Agustus, 2007





untukmu

sore ini menatap langit penuh warna
awan putih dan biru langit memberikan keindahan
keheningan mentari memberikan kedamaian
seperti menatap indahnya surga dari matamu
dan hati ini pun berbisik
harapan, angan, cinta dan kasihku
tak kan kubiarkan memudar
bagai matahari dan bulan
yang setia menerangi, menghangatkan
ketika siang dan malam datang
dan hati ini pun berkata
tak ada yang selain indah
tak ada yang bisa membahagiakan
tak ada yang bisa merasakan
hangatnya senyumanmu yang memesonakan hatiku
begitu tentram hati ini melihatmu
wanita adalah karunia terindah untuk laki - laki
begitu juga denganmu kekasihku,tressaku
engkau adalah karunia Tuhan untukku
hanya untukmu cintaku
hanya untukmu diriku
kuberikan hanya untukmu
kekasih hatiku, tressa mayangsari

Ketika menatap jarum detik jam tak pernah berhenti...

Melihat kita,,, melihat kau dan aku,,
Semakin hari semakin saling mengasihi,,
semakin dekat,,,
semakin sehati lagi,,
semakin sevisi,,
begitu semuanya lebih penuh berarti,,

Begitu bahagia dengan keindahan ini,,
membuat tak sabar menanti suatu hari,,
aku masih tetap disini,,
sabar menunggu yang kuingini,,
bersama sang kekasih hati,,

semoga selalu seperti ini dan lebih baik lagi,,
sekarang dan nanti,,
hingga waktu yang tak berakhir,,
dan detik tak pernah berehenti,,

I love you abang Tierta :)